Minggu, 25 Januari 2015

SUMMARY SEMINAR BEM STMT TRISAKTI

SEMINAR NASIONAL BEM STMT TRISAKTI DENGAN TEMA "INDONESIA MENUJU NEGARA POROS MARITIM DUNIA"

*POROS MARITIM
poros maritim adalah terintegrasinya alur laut nusantara dengan alur laut internasional. Alur laut sendiri dibagi 2 yaitu :
-alur nusantara
-alur internasional.

*konsep negara maritim adalah disatukan oleh laut. Dan jika indonesia ingin menjadi negara maritim makan indonesia harus membangun international hub port di kuala tanjung dan bitung. 
Yang menjadi pertanyaan mengapa harus di kuala tanjung dan bitung ??
jawabannya adalah kuala tanjung dan bitung jika di ibaratkan dengan rumah adalah "ruang tamu". Kedua daerah tersebut adalah RUANG TAMU bagi indonesia, dan tanjung priuk adalah dapur indonesia. Kondisi saat ini adalah tanjung priuk sebagai ruang tamu indonesia.

Dengan pengembangan poros maritim akan memberikan banyak manfaat bagi sistem logistik nasional, namun demikian hal itu tidak akan berjalan baik jika cetak biru SISLOGNAS tidal segera direalisasikan oleh pemerintah.

*tujuan cetak biru SISLOGNAS:
●menurunkan biaya logistik
●menjamin ketersediaan komoditas pokok
●mempersiapkan diri mencapai    integrasi logistik ASEAN 2015.



SUMMARY SEMINAR STMT TRISAKTI 22 JANUARI 2015

di dalam seminar ini saya banyak belajar dari matakuliah lain ttg penting nya traffic control dan airopolis pada airport.selain itu Dalam seminar STMT trisakti pembicara bapak heru legowo mengatakan bahwa untuk menghadapi AEC indonesia harus meningkatkan kapasitas bandara di indonesia terutama bandara soekarna hatta cengkareng. Karena menurut beliau sekarang saja bandara soekarno hatta merupakan bandara tersibuk no 9 di dunia dan akan terus meningkat seiring diberlakukannya AEC.

Oleh karena itu bapak heru legowo dalam seminar STMT mengharapkan mahasiswa STMT TRISAKTI kedepannya dapat membuat semacam gebrakan agar bandara di indonesia siap menghadapi AEC.

Selain itu bapak heru juga mengatakan bahwa bandara dulu dengan sekarang berbeda, dulu bandara mengikuti kota atau di sebut "airport follow the city".
Namun kini justru kebalikannya, saat ini kota dan bisnis yang mengikuti bandara atau di sebut "city follow the airport and Bussiness follow the airport. Hal ini dapat dibuktikan ketika bandara di kemayoran seluruhnya dipindahkan ke cengkareng. Dahulu cengkareng tidak ada apa apanya dibanding kawasan lain di daerah jakarta. Namun semenjak ada bandara soekarno hatta kawasan bisnis dan kota berpusat di cengkareng dan sekitarnya.
salam logistician
Dio Maulana